Longsor di Kebun Teh Dewata


Menurut informasi yang saya baca di detikBandung, penyebab terjadinya longsor di kawasan perkebunan teh Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu Ciwidey, Kabupaten Bandung, Selasa (23/2/2010) adalah karena adanya alih fungsi lahan menjadi pemukiman warga. Padahal prinsipnya, daerah tebing atau kaki gunung tak boleh dihuni!!! (Cateuuut :) )

Seharusnya setiap daerah dapat menata pemanfaatan ruang, terutama di daerah longsor tersebut. Harus dipertimbangkan kerapatan hunian di daerah longsor.

Kampung Dewata yang menjadi titik longsor, sebenarnya sudah diketahui sebagai lokasi rawan bencana. Hal tersebut berdasarkan hasil identifikasi dari Bagian Geologi Kementrian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM).

Menurut situs Media Indonesia, Kompleks Perkebunan Teh Dewata, tempat terjadinya longsor di Kampung Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat akan ditutup dalam waktu tidak terbatas. Pasalnya, tanah di kawasan seluas 550 hektare itu dalam kondisi rawan longsor pada musim hujan.

Foto sebelum longsor dan pasca bencana itu…(http://surgaku.com)

4 pemikiran pada “Longsor di Kebun Teh Dewata

  1. [...] laut. Memang, saya merasa heran dengan tidak bersatunya air, yang sebelah tepi Surabaya merupakan aliran sungai sedangkan sebelah lagi di tepian madura hingga tengah merupakan air laut selat Madura. Sehingga air [...]

  2. [...] keluarga korban yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dan para relawan semoga Allah paring pahala [...]

  3. molinbangunan mengatakan:

    Mungkin benar juga karena alih fungsi lahan yang menyebabkan longsor

    Salam
    http://kerajinanbali.net

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 449 pengikut lainnya.