(Pikiran ini) Bebal Nggak Tau Kenapa?


Mestinya tahun baru itu semangat baru, berbanding terbalik dengan blogger yang lain, pada umumnya mereka rajin nulis….biarlah ini bukti bahwa menulis itu harus dengan hati/tulus biar tidak terkesan memaksa.

Karena saya tahu, tulisan yang ditulis secara tulus itu kan sampai ke hati pembacanya.[kang achoey]

Kalo tidak ada yang mesti ditulis, ya jangan dipaksakan betul tidak? [betul tidaknya dengan nada dan gaya AA Gym]

Eh, jadi ingat informasi tadi pagi di radio, memberitakan perceraian AA Gym dengan Teh Ninih…hmmm, berita baik apa berita buruk ya? :wink:

Menurut saya kabar buruk itu adalah harga cabe rawit yang terus melonjak, hingga detik ini sudah tembus di angka Rp. 105.000,- (di Jakarta) di Bandung masih ‘mending’  Rp. 100.000,- … Menurut cerita kawan saya yang pamannya seorang pelaut eh petani bilang, “Da ti sayah na mah (cengek) 30 rebu sakilo…” (Dari sayanya (cabai) 30 ribu/kilo

…Sebuah negeri agraris yang aneh….di saat mayoritas masyarakat kita adalah petani dengan hasil bumi yang bertumpah ruah harus menerima kenyataan harga pasar yang demikian anomali :( :oops:

Juga yang tak kalah serunya mengenai Irfan Bachdim yang tidak jadi dicoret, karena banyak dukungan, tak terkecuali Menpora, Andi Mallaranggeng.

“Rugi kalau mencoret Irfan…Pokoknya PSSI tidak boleh memilah-milah dalam hal memilih nama pemain nasional. Siapa saja dari klub mana saja berhak membela sepakbola nasional.”

Plak! Tamparan buat petinggi PSSI atau angin lalu saja? Sepantasnya jadi tamparan….

Udah ah, saya sedang tidak enak badan, MENWA ( mencr*t wae, kata urang sunda mah :mrgreen: )…Sepertinya (Pikiran ini) bebal Nggak tau kenapa? []

About these ads

41 thoughts on “(Pikiran ini) Bebal Nggak Tau Kenapa?

  1. Pingback: “MEMAKLUMI PEMIKIRAN PARA PIMPINAN” | ade truna's Blog

  2. Kalau gitu, para petinggi PSSI disuruh makan cabe yang banyak kang, biar harga cabe ditinkat petani tambah tinggi :D

  3. Ini namanya serba-serbi, dari harga cabe, irfan bachdim sampai kondisi Kang Ade, yang walaupun dalam kondisi kurang fit, tetap berusaha berbagai info dengan rekan-rekan, apalagi kalau kondisinya lagi full, tetap jaga kondisi ! semoga selalu sehat

    • saya sih sama aja pa…bedanya hanya di vitalitas saja, kalo pa astra mungkin begitu: saat sehat lbh byk ide menulis beda dengan saat (maaf) kurang fit….

      Pada Jum, 07 Jan 2011 23:12 ICT

  4. Salam, :)
    Wah sukurnya saya tidak suka makanan yang pedas-pedas… :)
    Pernah seorang dosen Unpad bilang, di Jepang impor beras hanya sedikit sekali, dan lebih banyak dari hasil tanaman sendiri…
    Tapi harga semangkuk nasi di Jepang katanya mencapai 1.000.000 rupiah…
    Tapi mereka tidak mengeluh, karena mereka sangat bangga dengan nenek moyangnya yang adalah seorang petani…
    Jadi yah saya rasa untuk cabe rawit saja tidak apa menjadi mahal, dibandingkan nasi yang menjadi ratusan kali lebih mahal…
    Padahal Indonesia ama Jepang sama-sama pecinta nasi… :D

    • ingat, kultur ekonomi di sini blm mungkin kalo harga cabe smp lebay seperti harga nasi di jepang….mereka sih perekonomian stabil….daya beli merata kemampuannya…masih jauh disandingkan dg jepang kalo di benchmark….*teteup berdoa utk kemakmuran masyarakat miskin indonesia…

  5. Hehe kang, saya belajar tulus menulis dari sini

    Inget kemarin di wawancarai Trans TV tentang hargai cabai
    Saya bilang hargai cabai makin pedas :D

    Buat tukang mie yang terkenal dengan sambal pedasnya, kami terpaksa harus membeli cabai yang sangat mahal itu :D

  6. saya terkadang merasa benar dengan yang public bilang mas, kalau sepak bola sudah mengandung politik yang begitu jadinya,… ngikutin aturan yang banyak uangnya, pa lagi petinggi2 pssi bukan murni dari olahragawan, melainkan dari pohon beringin semua… salam persohiblogan mas :D

  7. negara kita ibaratnya komputer kang sudah banyak virus jadi harus di install ulang nih negara apalagi kalo sudah ngomongin PSSI males liat muka NURDIN yg terkutuk itu rujit (bahasa sunda)

  8. hehehe… penggila bola juga ya Kang
    begitulah kalo PSSI dikuasai rezim serakah
    rezim pembingung, rezim egois, rezim munafik
    semoga Tuhan melaknat mereka
    salam sukses..

    sedj

  9. Emm…saya juga gak tau Kang, kenapa sampeyan bisa bebal begitu ha ha ha…just kidding.

    Kang Ade ini orangnya memang rendah hati meskipun sebenarnya tulisan-tulisan beliau cerdas dan mencerahkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s