“Singa Tua” melekat kuat pada sosok Muammar Gaddafi sebagai julukan. Dengan julukan itu menggambarkan sosok yang berwibawa, gagah dan dihormati. Saya terkenang dengan Muammar Gaddafi sebab hobinya yang unik, suka sekali berkemah—baca: Kolonel Gaddafi Senang Berkemah. Dan hal lain yang -saya yakin- publik pun mengetahui adalah senang memiliki ajudan dari gender wanita, yang bertugas mengawal dan mendampingi kemanapun Muammar Gaddafi pergi …
Kini Muammar Gaddafi -menurut beberapa sumber- dipastikan telah meninggal. Dia dibunuh oleh tentara revolusioner. Hati saya berkecamuk melihat pemberitaan termasuk beberapa foto di dalamnya, “Orang nomor satu dengan tubuhnya yang gagah, berjasa bagi negaranya… Kenapa mati dengan mengenaskan? Satu peluru bersarang di kepalanya… Sebelum matinya, Muammar Gaddafi diseret-seret dengan penuh kebencian dan rasa dendam yang sangat hebat. Mengapa?”
Apa yang ada dalam benak tentara revolusioner? Apa yang ada di dalam benak rakyat Libya? Apakah sedang ada sayembara: “WANTED: Muammar Gaddafi – DEAD or ALIVE” ? Siapa yang menghadiahi sayembara itu?
Ah, sudahlah Muammar Gaddafi alias “Singa Tua” itu Sudah Tiada … []

Ngeri banget kematiannya
apa yang dia dapatkan tidaklah setimpal, bila sudah meninggal biarkanlah meninggal tidak perlu dilakukan seperti itu… sangat tidak manusiawi
@Ibnunurkholis: begitulah …
Sadis kematiannya…bayangkan kalo itu pemimpin kita, SBY..
Bagaimana harga diri kita,…’
Saya percaya ada peran asing di sana
@harestyafamily: hehehe di media kan terpampang yang menyeret dan yang berlaku sadis tuh … sy kira mereka stlh kejadian ini pun hatinya nggak karuan… bahkan hidupnya juga ngga bakalan aman.
Saya sudah lihat video dari Libya sana, ternyata sadis juga ya…

Kasihan juga Khadafi…. Diperlakukan tak seperti manusia…
JUstru saya merasa yang brutal pasukan NTC…