Ditulis oleh

Seminar & Workshop Kepenulisan “Kumpul Penulis Jilid 2 – Bandung”

Glanz Organizer berkejasama dengan Gamais ITB menyelenggarakan sebuah event Seminar & Workshop Kepenulisan “Kumpul Penulis Jilid 2 – Bandung” yang insya Allah akan diselenggarakan pada tanggal 16 & 17 Juni 2012 bertempat di Aula Rabbani Bandung.

Acara ini merupakan Follow-up dari acara sebelumnya, yakni “Kumpul Penulis Depok” yang berhasil menarik lebih dari 100 orang peserta. KUMPUL PENULIS JILID 2 – BANDUNG dengan tema “Satu Buku Sebelum Mati” pada tanggal 16-17 Juni 2012. Acara dimulai dari pukul 8.00 pagi hingga pukul 4.00 sore, pada hari Sabtu dan Minggu di Aula Rabbani Jl Dipatiukur no. 44, Bandung. Harga tiket masuk sebesar Rp100.000,- IDR sedangkan H-3 to on the spot: Rp150.000,-

Menghadirkan 3 pembicara: – Bunda Tatty Elmir (Penulis Novel “Keydo”) – Bunda Helvy Tiana Rosa (Penulis “Ketika Mas Gagah Pergi”) – Mas Boim Lebon (Penulis “Lupus ABG”) Dengan format DUA hari (1 hari Seminar dan 1 hari Workshop). Acara ini untuk umum, bukan hanya untuk penulis. Dapatkan pula: Goody Bag + Seminar Kit Certificate (Seminar & Workshop) Coffee Break 2 Days Lunch Informasi pendaftaran silakan hubungi Angel (081410165719). []

Bertanda , , , ,

entah, judulnya apa

si salma dan adiknya, nadya sudah tidur…saya coba nonton televisi – punya tipi juga nggak pernah 100% gambar jernih. dah bertahun-tahun antena menggunakan kabel yang semakin lama semakin abis sebab ditarik-tarik kalo tampilan layar dah mulai semut semua… doh!

istriku masih saja berkutat dengan setrikaan yang semakin lama semakin menggunung. Di luar pak hansip mulai menggenderangkan kode yang seolah-olah ngasih kabar, “halo yang di rumah, nih bukti kami siaga berjaga, met bobo …” begitu kira-kira terjemah dari pukulan yang disuarakan dari tiang listrik.

kabarnya sukhoi jatuh dan menewaskan 15 orang dari 46 orang penumpang yang diantaranya ada wartawan, ya? 

kabarnya lagi, heru joko – ketua viking fans club, supporter persib paling menonjol bersedia berdialog dengan haji umuh, ya? emang apa korelasinya?

-terhenti menulis- soalnya ada band bandung, homogenic lagi tampil di stesyen itu … *dah dulu ya, bye! 

 

Bincang-Bincang #XLaluBerbagi Bareng IdBlognetwork di Dacosta Cafe

Buat Blogger dan pembaca yang memiliki komunitas, semisal Kaskus, Mozilla atau Koprol, warga Bandung – pada tanggal 27 April 2012 mohon jangan kemana-mana deh ya?!

Soalnya hari Jumat malam itu, di Dacosta Cafe, jalan Sawung Galing, Bandung – akan diselenggarakan sebuah acara yang digagas oleh IdBlognetwork bareng dengan XL, dengan tema (kurang lebih) sebagai berikut.

Bincang-Bincang #XLaluBerbagi Bareng IdBlognetwork di Dacosta Cafe 

Acara akan mulai pukul 18.00 hingga 21.00, materinya ada dua, yaitu “Mobile Data Service” dan “Internet Security”.

Peserta dari blogger dan komunitas seperti, Kasksus, Mozila, Koprol atau bukan blogger dan di luar komunitas yang saya sebutkan – kalau memang berminat, dateng aja, ok?!

Bagi yang berminat bisa AMBIL TIKET segera. Karena acara GRATIS ini dibatasi pesertanya, maka SIAPA CEPAT DIA DAPAT!

Informasi ini didukung penuh oleh IdBlognetwork dan #XLaluBerbagi.

Bertanda , , , , , , , , , ,

Bini dan Anak Gua Dong yang Merugi?

Hati Orang nggak Bisa Ditebak … Itu kira-kira yang tercetus ketika seseorang mendapati kondisi lain tentang orang lain yang selama ini dikenalinya. Saya ambil contoh diri saya sendiri. Bila selama ini saya bersikap A – lalu tiba-tiba jadi B, ketahuilah sikap B inilah yang sebenarnya.

Kenapa harus menutupi sikap B dengan sikap A? Berarti selama ini penuh dengan kepura-puraan dong? Juga perlu diketahui, saya memiliki kekurangan dalam bersikap sampai-sampai harus menutupi dengan sikap lain yang jauh pencitraannya lebih baik. Maka kalau sampai ‘bungkus’ yang menutupi sikap asli seorang ade truna bocor itu berarti ada sebab.

Beberapa hal retorika di depan perlu disimak baik-baik…

Bukankah hal yang wajar menutupi sikap pahit alias kecut dengan menjadikannya manis? Karena takmau sikap kecut atau pahit ini diketahui orang lain maka dibungkusnyalah sikap itu.

Bukankah hal yang terpuji jika orang bertanya baik-baik saat sesuatu menimpanya kepada orang yang diajaknya berbicara?

Sikap asli ade truna bocor, karena itu bagian dari reaksi. Pemandangan mengundang emosi di depan mata saya. Akhirnya, saya bereaksi menyikapi ketidakberesannya. Sungguh tidak ada kaitannya dengan ade truna bekerja di sebuah institusi islam dengan sikap emosi terlontar dari pernyataannya. Sungguh tidak ada kaitan sama sekali dengan predikat senioritas.

Tidak ada asap bila tidak ada api.

Ah kalau sikap asli dah ketahuan orang lain, tentunya akan ada pergeseran penilaian seseorang terhadap ade truna – itu bagi saya sungguh tidak ada masalah. Yang dikatakan masalah itu adalah ketika suatu masalah yang seharusnya diselesaikan antara orang yang tersangkut paut masalah saja, ini malah melebar hingga semua pihak seakan-akan berhak tahu.

Jangan pernah mempertanyakan keimanan seseorang biarlah hanya hamba dan tuhannya saja yang tahu.

Jangan pernah menyebarluaskan permasalahan menjadi ranah publik atau beberapa pihak menjadi tahu …

Saya ade truna yang dipertanyakan kualitas keimanannya oleh seseorang dan di-klaim memiliki kegelapan yang berpotensi menyeret seseorang ke dalamnya… Wow menyeramkan … Yang pertama kali menderita kira-kira siapa? Ya, Bini dan Anak Gua Dong yang Merugi? Ah, elu … Lebay!

Bertanda , , ,

Nonton Tipi di Warung Pecel

Tadi malam, jam setengah tujuhan pulang kerja. Perutku laparnya taktertahankan.

Aku putuskan makan berat saja, mungkin karena udara dingin malam tadi perutku jadi ingin makan nasi. Akhirnya melipir dulu cari makanan.

Keputusanku jatuh pada sebuah tenda bertuliskan -dengan ukuran font yang lumayan besar- “NASI UDUK DAN PECEL LELE”

Begitu masuk, ternyata ada tipi flat 19 inchi di dalam tenda warung pecel ini!

Gaya banget pedagang sekarang ya?! Mmm… Setahun yang lalu pun saya sempat menayangkan tentang jongko bakso yang di dindingnya dipasang tipi sebesar 32 inchi – artikelnya bisa kembali ditengok di sini.

Hidup di kota besar memang banyak kejutan, untungnya aku bukan orang kota…

Bertanda , , ,

#SemangatQuran tak Sekadar Yel-yel

Demikian pesan seorang teman, ustadz Usman saat mengingatkan rekan-rekannya di tempat kami bekerja, Sygma.

Hal ini berkaitan dengan bergulirnya lomba dan kontes yang mengusung tema, #SemangatQuran.

Dengan #SemangatQuran, besar kesempatan bagi pengguna Twitter dan Facebook untuk berpartisipasi.

Masih banyak kesempatan hingga bulan Maret untuk siapa saja yang berminat untuk mengikuti.

Cara mengikutinya mudah banget! Follow saja @Syaamil_Alquran di Twitter dan Fanpage-nya di Facebook.

Untuk tahap awal, pengguna twitter masih bersama-sama mengusung #SemangatQuran sesering mungkin untuk di-mention. Setelah itu, juri akan menilai – ada sejumlah uang yang bisa didapatkan, lebih dari lumayan, lah :)

Sementara bagi pengguna Fb, peserta cukup mengunggah foto di halaman fanpage #SemangatQuran dengan memegang satu dari beberapa Alquran produksi Syaamilqur’an. Setelah terunggah, peserta wajib mengumpulkan like sebanyak-banyaknya. Mudah bukan?

image

Dan ada banyak peserta yang sudah mengunggahnya di fanpage #SemangatQuran.

Alhamdulillah, pekan ini saya memenangkan lomba tweet khusus internal karyawan dan ada juga dari kategori umum namun belum diumumkan. Ayo, segeralah bergabung!

Sekali lagi mengutip ujaran seorang teman, ” #SemangatQuran tak Sekadar Yel-yel” namun senantiasa diimplementasikan dalam keseharian, insya Allah. 

Bertanda , , , ,

Penemu Teknologi Layar Sentuh

image

Teknologi terkini begitu nampak di warung nasi tempat saya makan siang, baru saja.

Teknologi layar sentuh, alias touchscreen sangat mendominasi dilakukan pengunjung yang hendak makan.

Tinggal sentuh jenis makanan pada layar maka dengan sigap tangan dibalik layar meresponnya.

Ada kepala ikan, sayur sop, ayam goreng, perkedel dan menu khas warteg lainnya.

Patut diacungi jempol bagi penemu teknologi layar sentuh asal Tegal, setuju? :D

Bertanda , ,

Memotret dengan Plixr-o-matic

Tadi mencoba memotret objek gelas. Kemudian saya olah selanjutnya menggunakan aplikasi android, Plixr-o-matic, keluaran Autodesk Inc. Ini dia…

Lanjut membaca

Bertanda , ,

Kopdar Bareng di Ngopi Doeloe

Lucu juga bila mengingat kejadian sore itu,  cerita tentang memenuhi undangan saudara blogger, Asop. Saya bergegas dari Margahayu Raya ke lokasi kopdar di Ngopdoel yang di jalan Hasanudin. Begitu masuk, celingak-celinguk mencari Asop atau paling tidak teh Nchie bisa saya jumpai di dalam cafe.

Namun, saya tak menjumpai baik Asop atau teh Nchie. Saya berpatokan pada pernyataannya bang Aswi di linimasa, bahwa Kopdar di Ngopdoel Hasanudin. Tiba-tiba jadi teringat beberapa hari sebelumnya, waktu itu chatingan dengan Asop, kopdar di Ngopdoel Teuku Umar.

Ya udah, segera saya ke lokasi yang di jalan Teuku Umar. Benar saja! Dari kejauhan saya melihat sekilas sosok yang takasing bagi saya, Bang Edo, empunya blog annunaki.wordpress.com. Sehingga menelepon untuk kepastian keberadaan Asop cs. takjadi saya lakukan …

Setelah mendekat ke meja mereka, -apabila saya lihat dari isi gelas yang masing-masing telah mereka minum- pertemuan sudah berlangsung lama sepertinya… Nggak seperti saya, datengnya benar2 last minutes, *jadi malu :P

But, it’s ok anyway … Came in last minutes was not a big deal – Kita kembali membahas masalah yang sudah dan tengah dibicarakan dari mulai tentang ‘Banci Kontes’ hingga SEO. Dari mulai tea walk hingga Parongpong. Dari tentang bisnis sajadah hingga meditasi yoga… Seru! Suasana kopdar semakin meriah dengan hadirnya Isma… Berarti, bukan saya yang last minutes, pemegang rekornya yaitu Mbak Isma. *Selamat ya mbak, Lho?!

Tentang rekaman foto pertemuan kali ini sudah sangat bagus dan jelas seperti yang ‘ditangkap’ oleh Asop dengan kamera andalannya. Bisa dilihat di blognya…  Tapi, saya memiliki satu foto menunjukkan bagaimana cara Asop mengambil sebuah pose atau peristiwa, ini dia …

Berbeda dengan cara yang dilakukan oleh …suaminya Teh Dey *saya lupa nama beliau  :oops:  Biasa saja sama dengan saya… Tapi kalo Asop, see? Mungkin itu rahasianya untuk mengambil gambar biar bagus :P

Itu saja deh yang bisa saya ulas dari pertemuan kemarin … Terima kasi ya semuanya, berbincang-bincang dengan kalian mengasyikkan dan suasana penuh keakraban. No gap no boundaries. Saya sebut saja lagi ya, Asop, Isma, Teh Dey dan suami, Teh Erry, Teh Nchie, -yang saya jumpai sebentar sekali, padahal inti dari kopdar adalah bertemu dengannya, Irni … Dan sang pemegang juara niche dengan kiwod ‘Mak Erot’, Bang Edo! :D   – I miss you, everybody!

Bertanda , , , , , , ,

Wali Kelas Salma Datang ke Rumah

Sebenarnya ini cerita beberapa bulan yang lalu. Namun saya kembali teringat setelah teman saya bercerita tentang Nilai: Hasil atau Proses — kontennya bagus deh, silakan pembaca kunjungi :D

Saya terstimulasi untuk menceritakan pengalaman yang dialami anak kami, Salma. Ini tentang kesalahan pihak guru agama dalam menilai prestasi si Salma.

Istri saya pernah melakukan aksi protes karena nilai agama anak kami, Salma kok tidak sesuai harapan… Waktu itu, orang tua diundang ke sekolah saat pembagian rapor. Sambil buka-buka prestasi selama ini, ada yang membuat Risya terkejut dengan nilai agama yang diraih anak kami. Risya masih di sekolah, dia mencoba berdialog dengan wali kelasnya Salma.

Akhirnya, pemaparan Risya ditampung oleh wali kelasnya Salma. Dan ada pula guru lain atau mantan wali kelas saat Salma duduk di kelas dua, mengiyakan. “Oh benar! Salma itu siswa yang pintar, dan anaknya cepat belajar.” ujar mantan wali kelas Salma di kelas dua dulu.

Saya pribadi bilang begini -setelah diceritakan dan sebelum guru datang ke rumah-, “Salma, benar kamu memiliki kemampuan menguasai pelajaran agama? Dan apakah memang nilai segitu (enam) tidak pantas kamu dapatkan?” Anakku menjawab, “Bener pap… Sehari-hari nilai agama Salma bagus kok … Nilai 6 dirapor tidak pantas buatku!”

Karena yang mengerti lebih jauh tentang kemampuan kecerdasan atau prestasi sekolah si Salma adalah ibunya, saya percaya bahwa apa yang dilakukan istriku, Risya – sudah benar.

Dua hari kemudian … Pagi itu kami semua lengkap berkumpul di rumah. Guru agama dan wali kelas anak kami bertamu ke rumah. Mereka mencoba mengklarifikasi duduk perkara yang sebenarnya.

Tadinya saya berpikiran, “Takusah sampai begitu, biar saja… Toh tidak merusak secara drastis nilai rapor keseluruhan. Peringkat atau ranking juga tetap saja di 10 besar.”

Tapi prinsip orang berbeda-beda, istriku akan sangat bangga bila anaknya memiliki nilai rata-rata yang terbilang baik untuk semua bidang pelajaran. Dan itu tertulis dengan jelas di rapor.

Mereka (wali kelas yang datang ke rumah kami) mencoba menjelaskan bahwa benar terjadi kesalahan; bukan 6 seperti yang tertulis dirapor tetapi seharusnya nilai agama Salma bernilai 8. Ada human error rupanya …

Wali Kelas bertamu ke rumah kami

Jadi, sekali lagi upaya protes yang dilakukan Risya benar. Lain halnya dengan saya, saya memiliki prinsip… Lihat saja nanti di kelas 6, apakah Salma bisa memiliki nilai yang baik yang bisa meluluskannya dan masuk sekolah tingkat menengah di sekolah negeri BUKAN swasta. Pembuktian ini yang menurutku akan membanggakan….

Salma memang anak pintar (untuk sementara ini dan seterusnya -amin). Ayo teruskan semangatmu untuk berprestasi, Salma. Dan buatlah kami bangga memilikimu! []

 

Bertanda , , , , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 449 pengikut lainnya.