Sekilas tentang Gurita Kaos Bandung

Gurita adalah merk kaos, tas, dan merchandise asli Bandung yang logonya bergambar kartun gurita si hewan berkaki 8, berwarna merah, dan berwajah ceria. Nama Gurita awalnya tidak diartikan apa-apa, tapi banyak yang mendoakan agar produk dengan merk ini menggurita ke seluruh dunia hehehe…

Merk Gurita tampil untuk pertama kali di depan umum pada tanggal 10 September 2006 di acara Pasar Seni ITB, jadi hanya tampil dalam pameran selama 1 hari itu saja. Saat pertama kali pameran, kami hanya menjual kaos dengan 4 desain, tas jins dan tas blacu yang disulam, dan beberapa pernak-pernik lainnya. Yang paling laris dibeli adalah kaos. Hal ini menjadi inspirasi bahwa ternyata kaos menarik peminat yang paling tinggi.

Setelah pasar seni usai, kami mencoba mencari tempat untuk bisa melanjutkan usaha yang baru dirintis ini agar bisa lebih mudah dicari orang. Setelah mengajukan ke beberapa mall, ternyata Bandung Super Mall (BSM) yang paling memungkinkan untuk kami masuki. Akhirnya Gurita pun mencoba berjualan di pushcart di dalam BSM lantai 3 pada akhir 2006.

Info selengkapnya bisa langsung kunjungi: http://www.tokogurita.com [adetruna]

Seminar & Workshop Kepenulisan “Kumpul Penulis Jilid 2 – Bandung”

Glanz Organizer berkejasama dengan Gamais ITB menyelenggarakan sebuah event Seminar & Workshop Kepenulisan “Kumpul Penulis Jilid 2 – Bandung” yang insya Allah akan diselenggarakan pada tanggal 16 & 17 Juni 2012 bertempat di Aula Rabbani Bandung.

Acara ini merupakan Follow-up dari acara sebelumnya, yakni “Kumpul Penulis Depok” yang berhasil menarik lebih dari 100 orang peserta. KUMPUL PENULIS JILID 2 – BANDUNG dengan tema “Satu Buku Sebelum Mati” pada tanggal 16-17 Juni 2012. Acara dimulai dari pukul 8.00 pagi hingga pukul 4.00 sore, pada hari Sabtu dan Minggu di Aula Rabbani Jl Dipatiukur no. 44, Bandung. Harga tiket masuk sebesar Rp100.000,- IDR sedangkan H-3 to on the spot: Rp150.000,-

Menghadirkan 3 pembicara: – Bunda Tatty Elmir (Penulis Novel “Keydo”) – Bunda Helvy Tiana Rosa (Penulis “Ketika Mas Gagah Pergi”) – Mas Boim Lebon (Penulis “Lupus ABG”) Dengan format DUA hari (1 hari Seminar dan 1 hari Workshop). Acara ini untuk umum, bukan hanya untuk penulis. Dapatkan pula: Goody Bag + Seminar Kit Certificate (Seminar & Workshop) Coffee Break 2 Days Lunch Informasi pendaftaran silakan hubungi Angel (081410165719). []

Do You Know What Awug Is?

Awug adalah jajanan khas Bandung yang terbuat dari tepung beras, kelapa, aroma daun pandan, dan gula merah. Mirip dengan kue putu, bedanya kalau putu dikukus di dalam potongan bambu kecil sedangkan awug dikukus di dalam wadah yang berbentuk gunungan lancip, mirip gunungan nasi tumpeng. Potongan gula merah dicampur sedemikian rupa sehingga berbentuk mozaik. Awug rasanya manis dan legit, lebih enak dimakan pada sore dan malam hari dalam keadaan masih panas.—catatanku

Memang betul, awug yang saya beli di Warung Lobak -akses saya pulang-pergi Bandung/Soreang- memiliki citarasa yang manis, dan legit. Enak dimakan dalam keadaan awug masih panas. Silakan dicoba sedikit ‘didorong’ dengan teh hangat :roll: Beeeuh nikmachh!

awug warung lobak

Jadi puas banget, saat antar si Salma ke dokter kulit pulangnya melipir beli awug …

nadya dan awug

Eh adiknya, Si Nadya yang malah kepincut rasa manis dan legit awug yang dibeli tadi :D So, now…. Do You Know What Awug Is? []

Enaknya Berjudul DUA KALI KOPDAR atau KOPDAR DUA KALI?

KEMARIN, merupakan hari-hari yang sibuknya terasa banget namun mengasyikkan. Saya mengikuti dua event kopdar.

Hari pertama, hari Sabtu (23/4), awalnya ajakan teman di facebook, sama-sama mengikuti forum IBN. Setelah konfirmasi lewat facebook. Undangan resmi pun datang.

Saya coba menghubungi kang Agus Hery, di meja mana berkumpulnya. Sesuai dengan informasi bahwa koordinator kopdar adalah beliau.

Acaranya di Paris….wiih jauh di Eropah!

Bohong deng! Melainkan Paris Van Java. Sebuah tempat di kawasan Sukajadi, salah satu tempat wisata kuliner di Bandung. Kami berkumpul di BMC. Tempatnya lumayan ramai namun nyaman.

Di kopdar ini pula untuk kali pertama saya berjumpa dengan teman chatting, Indra, [belum pernah bertemu sebelumnya, memiliki passion yang sama tentang monetize on the internet. ] ternyata sudah sampai lebih duluan…. Tidak saja Indra, Mas Kukuh TW yang jauh-jauh dari Jakarta saja sudah nongkrong dari awal acara fpiiuuh….malu juga sih :oops:

Namun, malu hilang yang ada malah kenyang… :mrgreen:

Kalo tak pikir²… Saya kesampaian juga bertemu dengan mas Kukuh TW. Selama ini, saya mengenalnya di dunia monetasi blog di Indonesia. Orang nomor satu perusahaan IBN ini sangat santai dan ramah, tidak banyak bicara. Atau mungkin itu hanya selintas saja, belum mengenal lebih dalam. Siapa tahu orangnya ternyata seru… :roll:

Ada beberapa hal penting yang saya dapatkan di kopdar kali ini, seputar monetasi di internet melalui blog atau tweeter. Misalnya saja, nge-tweet, kalau kita memiliki akun tweet dan memiliki follower minimal 500, bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tweet campaign dan mendapatkan uang sebesar 150 ribu.

Atau kita memiliki blog dan berkesempatan mendapatkan job review suatu produk melalui IBN, maka akan memperoleh uang sebesar 500 ribu bahkan lebih.

Ah, blogger lebih mahir dari saya lah mengenai monetize-blogging mah, saya yakin…

Ketika diperhatikan, saya dan Kang Agus Hery secara kebetulan mengenakan dress code nyaris sama, idblognetwork. Bedanya, saya baju berwarna abu-abu sedangkan kang Hery berwarna merah. Dulu mendapatkan baju tersebut cukup dengan nomor NPWP. Ngga percaya? Baca artikelku deh! :wink:

Itulah sekilas tentang Kopdar di BMC bersama mas Kukuh dan kawan-kawan punggawa IBN lainnya.  Kopdar tidak berakhir sampai di BMC. Ada babak selanjutnya…

Houdini dan Bandung Lautan Api

Google kali ini menyajikan Houdini sebagai tema doodle-nya. Mungkin karena terkenal dengan aksi-aksinya yang mengundang decak kagum, seperti caranya meloloskan dirinya dari ikatan baik tali maupun rantai dengan ikatan yang paling kencang sekalipun. Pada tahun 1921, Kantor Paten Amerika Serikat menganugerahinya hak paten sebagai orang tercepat meloloskan diri dari pakaian selam –tentu saja terikat erat dan kuat serta tidak mudah untuk melepaskannya– dikedalaman air. Sementara para penyelam ahli sekalipun tidak mampu untuk keluar dari pakaian selam sengaja dibuat rumit sehingga sulit untuk mencapai permukaan air sesuai waktunya guna menyelamatkan diri. Sementara Houdini, yang bukan penyelam mampu menyelamatkan diri dalam tempo 45 detik.
Sumber gambar di sini

Dahsyat bukan? Ada lagi yang lebih dahsyat! Apakah itu? Lanjut membaca

Kaos Bandung

Trend kaos distro tampaknya akan selalu ada sepanjang jaman, apalagi desain ala distro ini sudah menjadi kegemaran dan trend bagi anak muda. Saat ini, banyak sekali anak muda yang menyukai desain yang eksklusif, desain tersebut tidak pasaran dan diproduksi dengan jumlah terbatas, bahkan ada yang satu desain untuk satu kaos.
Untuk membuat desain kaos distro ini memang dibutuhkan kreatifitas tinggi dan kemampuan dalam mengolah objek desain grafis. Melalui buku “Kreasi Desain Kaos Distro dengan CorelDraw” ini, Anda akan banyak belajar tentang berbagai teknik olah desain grafis yang dapat diaplikasikan saat membuat desain kaos ala distro.

UPDATE: Produk Kaos Bandung, Aircross

Satu lagi produk kaos asal Bandung yang sangat berselera distro, turut meramaikan bisnis clothing yang kian hari kian ramai saja takpernah sepi … AIRCROSS!

Aircross produk kaos dari Bandung, keren, dan nyaman dikenakan....