Masalah itu apa? Masalahnya saya tidak tahu arti kata masalah…Ah, nggak masalah tinggal buka saja KBBI lalu ketikkan kata ‘masalah’, beres….tidak ada (lagi) masalah.
Ada 2 (dua) pengertian dari frase “Masalah” yang dijelaskan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan (KBBI Daring).
1ma·sa·lah n sesuatu yg harus diselesaikan (dipecahkan); soal; persoalan: – keluarga hendaknya diselesaikan oleh keluarga itu sendiri; rapat itu harus memecahkan — yg paling rumit;
– warga negara Pol segala sesuatu yg menyangkut kehidupan warga negara dl kehidupan sehari-hari sbg warga negara;
me·ma·sa·lah·kan v menjadikan sbg masalah: pemerintah selalu – perlunya tempat baru bagi pelaksanaan trans-migrasi;
per·ma·sa·lah·an n hal yg menjadikan masalah; hal yg dimasalahkan; persoalan;
mem·per·ma·sa·lah·kan v menjadikan sesuatu sbg permasalahan; menjadikan sesuatu sbg masalah
2ma·sa·lah p cak masya Allah
Masalah bisa jadi lawan, karena kita takut dengan masalah makanya kita selalu menghindari, berusaha untuk luput dari masalah. Namun, yang lebih mantap, bila masalah kita jadikan kawan. Karena dengan menjadi kawan kita akan mengerti, memahami, memaklumi, dan tak perlu ditakuti, sehingga tidak akan dihindari.
1) Masalah akan selalu datang…
Jangan dicari! Masalah akan datang sendiri. Nggak percaya? Coba perhatikan, dalam sehari-hari…Contoh saja tadi pagi, begitu saya mau berangkat kerja saya harus mendorong motor. Apa masalahnya? Masalahnya adalah ban belakang motor saya bocor. Setelah ditambal, sumber masalahnya ketahuan; kawat kecil tertancap di ban luar menyusup hingga ban dalam. (Ini kali kedua saya mengabari ban bocor di blog, yang pertama saat judul artikelnya ” Terpaksa Olahraga Pagi”).
2) Mengontrol Masalah
Beragam reaksi orang dalam menghadapi masalah, ada yang geram, ada yang ‘leumpeng’ seperti tidak dapat masalah, ada yang geram namun dikontrol. Mekanisme kontrol apabila dapat masalah, yaitu a) interopeksi diri, b) melafalkan ‘astaghfirullohaladzim’ bertobat minta ampun pada Alloh, c) beroda eh berdoa, karena dalam alqur’an dijelaskan. “Sesungguhnya shabar itu pada kejutan pertama” prakteknya mengucapkan lafal, ‘inna lillahi wainna ilaihi rajiuun, Allahumma jurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha”. Artinya, “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali, yaa Allah berilah aku pahala dalam musibah ini dan gantikanlah bagiku dengan sesuatu yang lebih baik daripadanya.” (HR. Muslim, Ibnu Majah, Malik dan Ahmad)
…. maaf ya, saya mencontohkan sesuai agama saya, Islam
3) Memaklumi Masalah
Cobalah kita sadari bahwasannya masalah ada dimana-mana….
di kegelapan…
di tempat terang…
di waktu pagi…
di waktu siang…
saat kemarau ataupun hujan…
masalah selalu siap menjadi lawan atau kawan.
Wiiis, pokoknya setiap saat selalu saja terdapat peluang masalah. Dengan memaklumi atau menyadari tentu kita tidak akan terkejut karenanya. Itu barangkali yang bisa saya sampaikan mengenai masalah….terimakasih Lenka telah mengilhami saya atas lagunya “Trouble is A Friend”. Hokeh, …selamat sore! []
Tips dalam menghadapi musibah:
- Bercerminlah! Maksudku Interopeksi bukan dandan
Apakah ada perbuatan yang salah selama ini baik itu salah kepada Allah SWT atau kepada sesama manusia?
- Banyak2 istighfar! Minta ampun kepada Alloh SWT. Jika ada perbuatan dosa yang dilakukan dengan cara berhenti dari perbuatannya, menyesal, berikrar untuk tidak mengulangi dan perbanyaklah ibadah dan amal saleh.
- Tetap sabar dan tahan uji! Kalau kita yakin dan sadar, atau muncul perasaan, “Saya kan tidak pernah berbuat kemaksiatan tapi kok….” sekali lagi sadari Alloh sedang menguji kita.
- Supaya hati-hati, belajar dari pengalaman, kata peribahasa, “Jangan jatuh ke lubang yang sama.”
- Berdo’a yang jangan samapi kita lupakan… Dengan berdzikir, shalawat, istirja’ setiap saat dan kesempatan. Saat ditimpa musibah jangan lupa istirja’; “ INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJIUUN ALLAHUMMA JURNII FI MUSHIBATI WA AKHLIFLI KHAIRAN MINHA”
0.000000
0.000000
Like this:
One blogger likes this post.