Master SEO dan Zakat 2,5%

master seo dan zakat 25%Hari ini saya mendapatkan rejeki. Saya mendapatkan pembelajaran mengelola rejeki. *Halah….Hehehe bingung ya? Maksud saya, saya mendapatkan rejeki berupa pembelajaran dari seorang teman. Temanku seorang blogger membeberkan kesuksesannya dalam mengelola blog. Dan blognya tersebut yang sudah bisa dikatakan sumber rejeki baginya.

Setelah lebih dari 20 bulan mengelola blog, baru terasa efektif 1 tahun terakhir. Intinya temanku tersebut berhasil meraup uang dan memenuhi pundi-pundi tabungannya sebanyak lebih dari 11 juta. Sebab dari penjelasannya, temanku itu telah membeli televisi flat 24 inchi, sepeda W*MCYCLE, dan handphone N*kia N97 dengan 11 juta masih tersisa di tabungannya.
Lalu dimana letak pembelajarannya? Di luar mekanisme SEO secara teknis yang merupakan ‘harga mati’ harus dimiliki setiap insan blogger yang mengais rejeki lewat blog, temanku ini rajin infak dan sedekah.

Dia mengaku setiap penghasilan yang diraihnya dari dunia blog, dia selalu menyisihkan 2,5 % untuk zakat. Padahal temanku itu belum terlalu lama terjun ke dunia monetasi blog -masih menurut pengakuannya- sampe sekarang juga masih terus belajar …
Kunci rahasia rejekinya tersebut diperkuat dengan berdoa, tanpa doa mustahil seseorang akan yakin dengan usahanya. Yang tidak dia lupakan pula, selalu yakinkan diri kalau kita bisa memberi yang terbaik di internet. Serta senantiasa menanamkan spirit “bukan mencari uang dari blog, tapi dengan ngeblog kita bisa menghasilkan uang.”

Itulah pembeberan kisah seorang master SEO yang gemar mengeluarkan zakat… Bagi saya, ini sebuah kisah yang inspiratif, bagi Anda? :roll: []

::Sumber Gambar::

Award Stylish Blogger yang Tertunda

Puji syukur kupanjatkan kehadirat Illahi Rabbi, bahwasannya kita masih diberi kenikmatan berupa penglihatan, gerak tangan, denyut jantung, pendengaran, perasaan, kenyamanan, kecukupan… emmm, kalau kusebut satu persatu takkan bisa saya melakukannya, ALHAMDULILLAH.

Baiklah…menindaklanjuti pe-er (pekerjaan rumah)yang tertunda, telat sih, but as everybody knows BETTER LATE THAN NEVER. *pembenaran yang benar :mrgreen:
Berikut rangkaian pekerjaannya, skrg sy kerjakan, BISMILLAH… Lanjut membaca

Bona dan Kuntilanak Sukabumi

Ada yang menarik di ranah dunia maya baru-baru ini, bukan tentang Riedl dengan pemain pilihannya, bukan pula tentang harga sayuran yang melambung harganya. Ini tentang Bona dan kuntilanak di Sukabumi.

Beberapa hari yang lalu….

Tiba-tiba teman sebelahku meminta untuk ‘accept’ file via pidgin, “tolong di-accept…” pesannya. Tak lama sesudah saya save file tersebut ternyata isinya file mp3: lagu “Andai Aku Gayus Tambunan”. Setelah saya dengarkan lagu tersebut enak untuk didengar, suaranya merdu semisal Charly ST12, dengan petikan gitar yang lumayan enak untuk disimak. Isi lagunya full mengenai Gayus Tambunan. Pengandaian-pengandaian a la Bona Paputungan jika dia menjadi Gayus dengan sentilan-sentilan memerahkan kuping beberapa pihak. Yang tidak tersentil telinga tidak akan memerah tentunya. Silakan periksa kuping masing-masing :lol: Bayanganku meleset setelah melihat sosok asli Bona via portal daerah yang saya dapatkan.

Kemarin sore….

Menjelang pulang, manajer kami, meminta semua anak buahnya berhenti bekerja. Ada pekerjaan yang salah kayaknya? Ternyata, dia meminta kepada semua orang mengalihkan perhatian pada video yang ‘masih segar’ dia peroleh. Akhirnya kami ‘nobar’ (nonton bareng). Isi video mengetengahkan suasana rumah dengan seseorang —dari suaranya sih seperti pemuda—berlogat daerah Sunda yang mengundang tawa, karena khas daerahnya, dia menggunakan handphone membidik suasana rumah dan penghuninya. Ada anak kecil, ada seorang bapak, ada pemuda di situ. Saat mengarahkan kamera ke arah kursi goyang… Jreng! Dia sendiri dikejutkan oleh penampakkan perempuan–karena berambut panjang–, berbaju merah, duduk di kursi goyang…dst…dst.

Hari ini….

Tulisan ini turun sebagai suara hati saya, acungan jempol, mana yang benar: suara hati atau acungan jempol? :mrgreen: Bentuk apresiasi saya ditujukan kepada dua pelaku: Bona dengan lagu Gayus-nya, dan Pemuda Sukabumi dengan video kuntilanaknya. Kenapa? Karena keduanya sudah berhasil meramaikan ranah maya. Meramaikan mesin pencarian, menghebohkan pemberitaan. Paling tidak untuk beberapa pekan ke depan masih hangat saja dibicarakan. Bona dengan aksi lagunya, telah di klik dan diunduh sebanyak 80 ribu kali. Disayangkan pula, hasil kreativitasnya berefek buruk…. Bona diteror, diancam; keluarganya yang berada di Gorontalo akan jadi sasaran.

Pemuda Sukabumi dengan kuntilanaknya, menjadi pusat perhatian tetangga sekitar. Hingga wakil bupati pun menyempatkan untuk datang ke rumah berhantu ini. Banyak pendapat bermunculan –jangan jauh2, kemarin saja saat nobar di ruanganku…(waduh berani nge-lembur nggak,ya?  :P )—Hampir 75% menilai video tersebut rekayasa. Oke…saya pukul rata saja keduanya, baik itu Bona dengan lagunya dan Pemuda Sukabumi dengan kuntilanaknya…keduanya adalah rekayasa.

Rekayasa yang brilian, memunculkan ide sederhana yang berakibat global, kompleks, sensasional, menghebohkan. Kalian berbakat, kalian SEO sejati, mampu mengoptimalkan kata kunci yang kalian miliki: ‘Bona’ atau ‘kuntilanak’ bermunculan berhubungan dengan nama kalian. Kalian terkenal sekarang…tidak perlu merogoh kocek yang banyak untuk terkenal. Kita lihat saja berita selanjutnya. Apakah ada yang memanfaatkan sosok Bona untuk iklan di televisi? Ataukah beberapa stasiun tv yang menayangkan acara klenik hantu akan ‘berebut’ memanfaatkan pemuda sukabumi sebagai acara unggulan? Let’s see….udah dhuhur…sholat dah itu makan, hihihihihihihihihiiiiiiiii :lol: []